Mochamad Iriawan, jadi Ketum PSSI 2019-2024. Selamat. Semoga dunia sepak bola nasional menjadi ajang prestasi, prestise, dan tentu saja edukasi. Sepak bola itu olahraga yg sangat merakyat, digemari semua orang, dari segala usia, baik pria maupun wanita. Di negeri kita, meski dari sisi prestasi belum begitu membanggakan, tapi antusiasme, gairah, dan semangat mendukung dari para penggemarnya sangat luar biasa, bahkan sering kebablasan sampai bentrokan dan tawuran antar pendukung masing-masing klub. Alhasil, dunia sepak bola di Indonesia sangat menjanjikan, apalagi dari perspektif sepakbola sebagai dunia industri. Indonesia menjadi salah satu ‘pasar’ industri sepak bola yang subur, karena jumlah penggemarnya, lebih dari 200 juta orang.

Penelitian yang dilakukan oleh Nielsen Sport, 77% penduduk Indonesia memiliki ketertarikan pada olahraga sepak bola, terutama saat menyaksikan tim nasional sedang berlaga. Indonesia, menempati urutan ke dua di dunia sebagai penggemar olahraga sepakbola ! Dalam hal persentase ketertarikan seluruh populasi negara pada sepak bola, Indonesia hanya kalah dari Nigeria (83% penduduknya menyukai sepak bola).
Karenanya, tidak mengherankan bila FIFA memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2020 yang akan datang. Indonesia adalah pasar besar dan subur bagi industri sepakbola.

Sebagai penggemar sepakbola sejak kecil, dan sekaligus pegiat pendidikan, saya sangat berharap olahraga Sepak Bola dapat menjadi sarana dan media pendidikan karakter bagi putera-puteri dan para pemuda Indonesia. Setidaknya dalam hal pembinaan karakter:

1. Semangat, Disiplin dan Kerja keras
Menjadi pemain sepak bola yg baik dan berprestasi harus dengan modal semangat, disiplin, dan kerja keras dalam belajar dan melatih diri, baik dari sisi ketahanan fisik/stamina maupun keterampilan/skill. Tidak cukup hanya bermodalkan minat dan bakat saja;

2. Soliditas dan Kekompakan dalam Kerjasama Tim

Sepak bola adalah permainan dan olahraga regu (tim) yang menuntut kerjasama yang kompak, saling support, saling mengerti dan memahami tugas masing-masing untuk tujuan bersama. Tidak ada tempat bagi sifat dan sikap individualis yang cenderung mementingkan diri sendiri dan kurang peduli dengan rekan sekelompoknya;

3. Fairness_ & Sportifitas

Sepak bola adalah olahraga pertandingan dan kompetisi. Sejak awal sudah harus ditanamkan semangat meraih prestasi, semangat berkompetisi dengan lawan tanding dalam satu arena pertandingan yang dibatasi dengan segala peraturan yang ketat dan harus ditaati. Bertanding dengan jiwa ksatria, menghormati peraturan dan lawan tanding, serta berjiwa besar adalah karakter sejati sang juara. Menerima kemenangan dan kekalahan sebagai bagian dan konsekuensi dari pertandingan;

4. Kemampuan beradaptasi

dalam berbagai medan dan situasi. Pemain sepak bola yang baik, selalu siap dan terbiasa bermain dan bertanding dalam berbagai iklim, cuaca, dan tekanan penonton atau psywar lawan tanding. Mental baja dan kematangan emosi sangat diperlukan. Tidak ada tempat bagi pemain dengan fisik yang lemah, baperan’ mudah tersinggung, atau ngambekan

5. Bersahaja

Pemain yg berprestasi dan populer, sejatinya adalah mereka yang memiliki sikap dan kepribadian yang bersahaja. Mereka adalah orang-orang yang mencintai negara dan agamanya, hormat dan sayang kepada keluarganya, dan sangat peduli dengan sesama, terutama kepada yang sangat membutuhkan pertolongan.

Saya berharap, Bapak Mochamad Iriawan, sebagai Ketum PSSI yang baru dapat menjadikan dunia Sepak Bola kita menjadi lebih semarak, berprestasi dan membanggakan, dan yang lebih penting lagi dapat menjadikan olahraga Sepak Bola sebagai ajang pendidikan karakter positif bagi putera-puteri, pemuda-pemudi, serta masyarakat penggemar sepak bola pada umumnya. Tidak ada lagi tawuran antar pendukung, tidak ada lagi pengrusakan dan pembakaran stadion, tidak ada ‘pengaturan’ permainan. Visi-misi yang jelas, Model dan keteladanan dari para tokoh dan pimpinan Sepak Bola Nasional, kerjasama dan optimalisasi dengan Insan Media sangat diperlukan. Kolaborasi dengan berbagai stakeholders yang relevan sangat dibutuhkan. Kita semua berharap dan mendukung agar Sepak Bola Nasional kita berjaya dan bermanfaat bagi Negara dan Bangsa. Kepada Bapak Ketum PSSI yang baru, Selamat Bekerja, semoga dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya.

Fahmy Alaydroes
Anggota Komisi X DPR-RI Fraksi PKS
Dapil Jawa Barat V (Kab. Bogor)