Reporter : Permata Nurul Aini
Editor : Ratna sari

Terhitung sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia akibat pandemi COVID-19, banyak sektor kehidupan mengalami penurunan ekonomi. Mengatasi hal tersebut, baik pemerintah maupun masyarakat kian sigap dalam membantu meringankan beban mereka yang terdampak melalui berbagai macam bantuan mulai dari bantuan materi hingga nonmateri.

Sekelompok mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dewantara membagikan sembako pada hari Minggu (16/8) di Kampung Kaumpandak, Cibinong. Acara tersebut merupakan pengabdian masyarakat dalam bentuk pembagian sembako yang bertajuk #DewantaraPeduliCOVID19.

Adapun tujuan daripada diadakannya pembagian sembako tersebut karena STIE Dewantara menjalankan kewajibannya sebagai sebuah perguruan tinggi yakni tridarma yang terbagi atas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat ini juga bukan yang pertama kali dilakukan, sebab beberapa tahun ke belakang pun civitas akademika aktif dalam mewujudkan kewajiban tersebut.

Dana yang didapatkan oleh Mahasiswa STIE Dewantara digalang melalui donasi secara daring yang posternya disebarkan melalui media sosial.

Sebanyak 100 paket sembako berisi masker, vitamin, lima kilogram beras, satu kilogram minyak, satu kilogram gula, dan beberapa bungkus mi instan berhasil dibagikan kepada 100 warga kampung.

Untuk mengurangi kerumunan, sistem pembagian sembako dibagi menjadi tiga sesi, di mana tiap sesi terdiri dari 25 keluarg. Kupon juga menjadi cara agar tidak ada warga “nakal” yang seharusnya tidak mendapat bantuan untuk ikut mengambil hak orang lain.
Dipilihnya Kampung Kaumpandak sebagai sasaran bantuan bukan tanpa alasan, keberadaan kampung tersebut yang dekat dengan kampus menjadi faktor utamanya. Dan yang bertugas memilih penerima bantuan adalah ketua RT setempat Pak Didi. “Pak RT yang menentukan siapa yang layak dan juga membutuhkan sumbangan ini. Jadi kemarin kita bekerja sama dengan beliau,” kata Ketua Panitia Acara Salsa.

Didi menambahkan bahwa acara #DewantaraPeduliCOVID19 merupakan bantuan yang pertama dengan skala besar yang didapatkan oleh kampung yang ia pimpin. Beberapa kali sebelumnya, bantuan yang datang hanya ditujukan untuk para janda, dan bukan semua warga.

Harapan dari pihak panitia acara, dosen-dosen STIE Dewantara, hingga LPPM STIE Dewantara yang turut hadir hari itu adalah kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak berhenti begitu saja di masa depan, sebab melalui kegiatan tersebut seseorang bisa menjadi lebih mengenal serta menyatu antarsesama. Manfaatnya pun bisa dirasakan dua arah, tidak hanya satu arah—oleh penyelenggara pengabdian masyarakatnya saja, atau penerimanya.

“Manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Setidaknya, pada lingkungan sekitar kita,” ucap Perwakilan dari STIE Dewantara Zeze.