BOGOR – Sebanyak 300 pegowes dari berbagai kota di Indonesia, ikut menyemarakan LIMA BUKIT CHALLENGE (LBC) 2020. Event yang digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor ini, digelar dua hari di Elarte Sport Café Sentul, pada Sabtu dan Minggu (21-22/11) tadi.
LBC 2020, menantang peserta untuk menaklukkan lima bukit destinasi wisata andalan Kabupaten Bogor, yakni Bukit Hambalang, Bukit Pancar, Bojongkoneng Km 0, Gunung Geulis serta Rainbowhills dengan jaarak tempuh 60 km serta total EG 1.455.
Peserta diwajibkan menggunakan STRAVA sebagai patokan waktu, yakni elapsed time. Selain itu, disetiap cek poin yang sudah ditentukan, harus scan qr barcode. Bukan itu saja, jalur ini juga harus bisa ditempuh paling lama tujuh jam.
Ada yang berbeda dari event gowes kali ini. Seluruh pegowes tidak langsung berangkat bersama dalam satu hari. Melainkan, dibagi menjadi dua gelombang. Sesuai aturan Satuan Gugus Covid 19 Kabupaten Bogor, event bisa digelar dengan maksimal 150 peserta dalam satu hari.
“Olahraga untuk meningkatkan imunitas tubuh baik tapi akan lebih baik kalau kita juga tetap mewajibkan protokol kesehatan seperti yang sudah diatur. Makanya kita modifikasi event ini sedemikian rupa, agar tetap berjalan tapi dalam aturan gugus,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Muliadi.
Selain membagi dua gelombang keberangkatan dalam dua hari, event yang digelar dalam rangka mendukung promosi wisata dan olahraga Kabupaten Bogor ini, juga melepas peserta secara bertahap. Dengan jumlah 50 pegowes setiap startnya sebagai upaya mengatur jarak dalam kerumunan.
Bukan hanya itu, peserta juga sebelum start diwajibkan mencuci tangan, menggunakan masker serta dilakukan pengecekan suhu. “Intinya ini event Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sesuai dengan aturan Gugus Covid 19 Kabupaten,” lanjut Muliadi.
Walaupun LBC 2020 layaknya Gowes Bareng (Gobar), namun rasa racenya tetap mendominasi. Aura balapannya sangat terasa. Peserta berlomba untuk finisi dibawah tujuh jam. “Cukup menantang, saya senang bisa ikut event ini. Tahun depan saya pasti akan ajak temen-temen dari Belanda,” komentar Robert, peserta asal Belanda.
Yandes, pegowes asal Palembang juga mengungkapkan hal yang sama, “Tanjakan sangat menantang. Semoga tahun depan bisa digelar lagi dan lebih baik. InsyAllah, saya pasti ikut sama temen-temen Palembang,” ujarnya.
“Keren dan sukses untuk acaranya. Bogor memang destinasi pegowes karena banyak jalur yang bisa datangi,” timpal, peserta Cewek asal Bogor, Listri Yani.

Selain Disbudpar Kabupaten Bogor, LBC 2020 yang di organized oleh Calante ini juga didukung penuh LRT City, RSUD Cibinong, Leweung Geledegan Ecolodge (LGE), Satu Kosong Enam (106), Hydrococo, Fitbar, Hemaviton, Teh Poci serta Travelbike.id.
Kegiatan ini diorganisir oleh PT. Calanthe Dinata Aninya. Bersama dengan MaCDA management, PT. Calanthe Dinata Aninya sebelumnya telah berhasil mengorganisir Lomba Cipta Lagu, Lomba Iklan Kreatif, Lomba Masker Kreatif Tingkat Nasional, Lomba Video Kreatif dan Menyanyi dan sedang menyelenggarakan event Campus Harmony IPB.