Berawal dari konsep sederhana, Lost and Found kini tumbuh menjadi salah satu event bazaar yang rutin dinanti komunitas kreatif dan UMKM. Lewat rangkaian event di tahun-tahun sebelumnya, Lost and Found membuktikan bahwa ruang jualan bisa sekaligus jadi tempat nongkrong, ngobrol, dan saling kenal.
Sejak aktif menggelar event offline, Lost and Found konsisten menghadirkan suasana bazaar yang santai tapi tetap terkurasi. Lokasi-lokasinya pun bukan sembarang tempat.
Mulai dari Kopi Kalyan Wijaya, Billy’s Block, Mardin Baklava, Lobi-Lobi SCBD, hingga Amora Social House, setiap event selalu dirancang agar pengunjung betah datang, tenant nyaman berjualan.
Yang bikin Lost and Found beda, bukan cuma soal jual beli. Banyak pelaku UMKM online yang untuk pertama kalinya turun langsung ke lapak offline lewat event ini. Dari situ, interaksi jadi lebih hidup—brand ketemu langsung sama pembelinya, cerita di balik produk pun ikut tersampaikan.
Sepanjang event di tahun sebelumnya, Lost and Found juga makin matang dalam mengemas acara. Kurasi tenant yang lebih rapi, alur event yang tertata, serta kolaborasi dengan berbagai komunitas lokal membuat setiap event terasa lebih seru dan relevan.
Dari satu event ke event berikutnya, Lost and Found terus belajar dan bertumbuh. Setiap lapak, obrolan, dan transaksi jadi bagian dari cerita panjang tentang kolaborasi dan keberlanjutan.
Dengan bekal pencapaian di tahun-tahun sebelumnya, Lost and Found kini siap melangkah lebih jauh—menghadirkan event yang lebih besar, lebih ramai, dan tentu saja lebih fun untuk dinikmati bersama.
Kalau kamu lagi cari tempat belanja yang santai, penuh barang unik, dan vibes komunitas yang hangat, Lost and Found bisa jadi jawabannya. Stay tuned dan jangan sampai ketinggalan event berikutnya tanggal 23 Februari 2026 nanti!







