Sebelum Hengkang dari PDIP, Maruar Sirait Temui Jokowi

Maruar Sirait mengembalikan kartu keanggotaan PDIP sebagai bukti sudah pamit dari partai yang membesarkan namanya. (Instagram @maruarsirait)

JAKARTA – Maruarar Sirait membuat publik terkejut lantaran memutuskan hengkang dari PDI Perjuangan (PDIP).

Maruar Sirait sudah mengembalikan kartu anggota kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Pria yang akrab disapa Ara ini memilih ikut jejak Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ya seperti postingan terbarunya di Instagram, ia membagikan foto saat sedang menghadap Presiden Jokowi sebelum memutuskan hengkang dari PDIP.

Ara lebih memilih Jokowi dibanding PDIP karena sejumlah alasannya. Salah satunya adalah, sosok Jokowi, yang dia anggap masih memperoleh tingkat kepuasan publik di atas 70 persen.

“Saya memilih untuk mengikuti langkah Pak Jokowi karena saya percaya Pak Jokowi adalah pemimpin yang sangat didukung oleh rakyat Indonesia, kepercayaan publiknya, approval ratingnya 75-80%, beliau sudah memperjuangkan banyak hal,” kata Ara.

Putra politikus PDIP Sabam Sirait itu memohon doa restu kepada seluruh pihak dan menegaskan ulang bahwa dirinya memilih bersama dengan Jokowi dalam petualangan politiknya di masa yang akan datang.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan elite PDIP lainnya, karena telah membesarkan namanya sebagai politisi.

Harapannya, PDIP mendapatkan kader yang lebih baik, lebih loyal, lebih profesional, dan lebih berkualitas dari dirinya.

“Saya mohon maaf, saya mengajarkan kalian untuk loyal tetap bersama PDI Perjuangan, tetapi izinkanlah dengan keterbatasan saya pamit. Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Mega, Pak Hasto (Sekjen PDIP) dan jajaran partai karena selama ini sudah mengizinkan saya berbakti melalui PDIP,” tegasnya.

Sementara itu, DPP PDIP resmi menerima pengajuan pengunduran diri Maruarar Sirait sebagai kader partai.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan, Muruarar Sirait telah menyerahkan kartu tanda anggota partai kepada Wakil Sekretaris Jenderal Utut Adianto di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat pada Senin (15/1/2024) malam.

Hasto pun menegaskan, jadi kader PDIP harus didasarkan prinsip kesukarelaan sehingga siapa saja bisa mengajukan pengunduran diri. PDIP, lanjutnya, juga tidak akan menahan kader yang ingin pamit.

“Terlebih dengan kondisi Pak Ara sekarang yang sudah semakin berhasil sebagai pengusaha. Beberapa foto Pak Ara dengan pengusaha menunjukkan keberhasilan itu,” ujar Hasto.

Menurutnya, pengunduran diri Ara merupakan bagian dari konsolidasi kader PDIP. Hasto mengaku, saat ini PDIP sedang berjuang untuk menempatkan kedaulatan rakyat sebagai hukum tertinggi di dalam menentukan pemimpin.

“Dan sekaligus melakukan koreksi terhadap berbagai upaya yang mencoba untuk melanggengkan kekuasaan sampai harus terjadi pelanggaran etik berat oleh Anwar Usman melalui manipulasi hukum di MK,” katanya. (*/ale)