Menko Marves RI Bahas Percepatan Vaksinasi Jabodetabek, Surabaya Raya dan Bandung Raya

CIBINONG- Bupati Bogor, Ade Yasin ikuti kegiatan Vidcon Rakor Percepatan Vaksinasi Jabodetabek, Surabaya Raya dan Bandung Raya yang Pimpinan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan, di Aula Pendopo Bupati, Selasa (5/10).

Hadir mendampingi Bupati Bogor, Kapolres Bogor, Dandim 0621, Perwakilan Kejaksaan, Aspemkesra, Kepala Diskominfo, Sekretaris Dinas Kesehatan, Bakesbangpol dan Kepala BPBD.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan bahwa, saat ini Pemerintah Kabupaten Bogor tengah mengebut pelaksanaan vaksinasi bahkan setiap harinya rata-rata paling sedikit mencapai 50 ribu vaksinasi. Jika target 10% di Desember dirinya optimis akan tercapai. Karena per 4 Oktober 2021 vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Bogor sudah mencapai 1.715.862 atau setara 40,60% sementara vaksinasi dosis kedua sudah di angka 734.13 atau setara dengan 17,37% dan dosis ketiga di angka 9.888.000 itu untuk nakes sebesar 75,33% jadi total tercapai 2.459.763.

“Kalau angkanya sudah diatas 2 juta tapi kalau persentasenya di angka 29,10%. Untuk ketersediaan vaksinasi masih cukup, hanya saja ada kendala berkaitan dengan kesulitan jangkauan karena luasnya wilayah Kabupaten Bogor dan jauh untuk mengadakan vaksinasi di desa-desa terutama di daerah pelosok sehingga harus dilakukan secara jemput bola. Karena masih ada warga yang harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer hingga 4 kilometer dari dusun untuk menjangkau lokasi vaksinasi baik itu kantor desa dan kecamatan,” ungkap Ade Yasin.

Menurut Ade Yasin, meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan TNI, Polres Bogor terus dilakukan untuk mengoptimalkan kegiatan vaksinasi di daerah pelosok. Semua sudah bergerak termasuk menerima bantuan Tenaga Kesehatan (Nakes) sebanyak 111 dari Rumah Sakit Wisma Atlet, dari ikatan-ikatan profesi sebanyak 600.

“Upaya ini kami lakukan agar target ini 50 ribu vaksinasi per hari bisa tercapai. Untuk itu dirinya berharap kepada Pemerintah Pusat selain terus membantu memenuhi kebutuhan dosis vaksinasi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan nakes dan biayanya,” tegas Bupati Bogor.

Menurutnya, kesulitan jangkauan karena Kabupaten Bogor merupakan daerah sehingga masih ada dusun yang agak sulit jangkaunya. Seperti, Sukamakmur, Jonggol, Cariu dan Tanjungsari, Nanggung terdapat keluhan dari kepala desa ketika dirinya memerintahkan untuk mengadakan vaksinasi di setiap desa.

“Mereka mengeluh tentang jangkauan masyarakat ke desa. Jadi ada masyarakat yang kalau jalan kaki mereka mungkin tidak sanggup karena jauh, jadi saya kira perlu penjemputan dari desa ke lokasi mereka. Untuk dokter, Nakes dan ketersediaan vaksin alhamdulilah tidak ada masalah. Kalau di kelurahan saya kira tidak ada masalah tapi di desa-desa ini yang perlu kerja keras dari kita semua. Alhamdulillah Polri, TNI sudah bergerak lembaga-lembaga atau mobilisasi juga sudah cukup banyak membantu, ya memang ini tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Pemerintah Daerah tapi juga dibantu oleh berbagai pihak untuk kesehatan vaksinasi ini,” ujarnya.

Tambah Ade Yasin, dengan jangkauan luas wilayah Kabupaten Bogor dan memiliki penduduk terbanyak dirinya tetap optimis bisa mencapai target 70%.

Secara virtual, Menko Marves RI Luhut B. Pandjaitan menerangkan, untuk mendorong percepatan vaksinasi di Jabodetabek dirinya sepakat dengan Kemenkes RI akan menurunkan 1 juta vaksin untuk Jabodetabek pada pekan depan, dengan rincian dengan target 1,5 juta vaksinasi dalam 10 hari kedepan.

“supaya kita bisa kerja sama dan saya minta Kapolda dengan pandamjaya supaya bahu-membahu mengerjakan ini. Terutama cakupan vaksinasi dosis pertama bagi lansia karena masih cukup rendah. Saya minta juga kepada para Bupati, Kapolres untuk kolaborasi membuat program ini supaya jalan. Tidak hanya Jabodetabek termasuk juga Bandung Raya,” bebernya.

Lanjut Menko Marves menyatakan, bahwa dirinya berharap dalam 10 hari kedepan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung harus bisa mencapai target 46%, target itu harus tercapai. Serta rencana memutuskan untuk masuk kepada level kedua, karena secara bidang lurus semuanya sudah bisa masuk, hanya karena masalah vaksinasi saja.

“Cakupan dosis 1 bandung raya ini seperti Kabupaten Sumedang, Bandung Barat, dan kabupaten bandung masih 21%. Saya mohon Gubernur, pangdam, Kapolda, Kapolres nanti kita bahu-membahu menyelesaikan masalah ini. Ini perlu dipercepat sehingga level duanya bisa kita capai, walaupun sebenarnya sudah tercapai. Kita tinggal mendorong vaksinasinya saja,” ungkapnya.

Katanya menambahkan, untuk pencapaian vaksinasi Surabaya Raya, vaksinasi dosis pertama rendah, Kabupaten Bangkalan sangat rendah karena baru mencapai 24%. Sedangkan untuk cakupan vaksinasi lansia baru mencapai 7%, tetapi Kabupaten Mojokerto juga cukup rendah baru 28%, Gresik 31 % dan Kabupaten Sidoarjo 39%.

“Saya mohon ibu khofifah dengan pangdam, Kapolda dan Bupati untuk memperhatikan ini. Kemudian cakupan dosis surabaya raya ini juga kalau kita lihat untuk cakupan dosis 2, seperti Kabupaten Lamongan masih rendah, jadi saya mohon kalian bisa ngejar lah kalau bisa rata-rata 50-60% mengejar Surabaya. Saya kira data-data ini menjadi cambuk kita untuk ramai-ramai kita kejar supaya segera masuk level 2 tetapi juga aman,” imbuhnya. (Tim)