Cek Samarinda — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda pada 19 Desember 2018 mendatang akan menyelenggarakan wisuda sarjana. Gelaran wisuda ke XXIX ini akan berlangsung di Auditorium Kampus IAIN Samarinda.
Dari wisudawan 754 mahasiswa, wisudawan S1 sebanyak 600 mahasiswa, dan wisudawan S2 sebanyak 94 orang. Ada jug sejumlah mahasiswa luar negeri yang juga akan diwisuda.
“Dari 754 wisudawan, ada 10 mahasiswa luar negeri yang akan diwisuda,” kata Rektor IAIN Samarinda M Ilyasin, saat ditemu Humas, di kantornya, Jum’at (30/11).
Dijelaskan M Ilyasin, sembilan wisudawan berasal dari Thailand, yaitu: Ismail Dasing, SH, Suriah Chasiti S.Pd, Firdaus Samoh S.Pd, Fadilah Bueheng S.Pd, Siteehaya Maboh S.Pd, Najwa Satae S.Pd, Fatonah Salaeh S.H, dan Na Waekaji. “Satu lagi wisudawan asal Malaysia, atas nama Muhammad Fikri Zulkornain S.Pd,” tambah M Ilyasin.
Kesepuluh wisudawan luar negeri ini, merupakan angkatan 2014 atau generasi pertama paska transformasi menjadi IAIN Samarinda. Sampai saat ini, kata M Ilyasin, IAIN Samarinda memiliki 34 mahasiswa asal Thailand, 1 mahasiswa dari Malaysia, dan mereka semua diasramakan dan mendapatkan beasiswa.
Terpisah, Ismail Dasing menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah menyangka bisa kuliah di luar negeri, karena keadaan keluarga di Thailand. “Saya tidak pernah menyangka bisa kuliah ke luar negeri dikarenakan teman-teman dan tetangga saya tahu bagaimana keadaan keluarga saya di Thailand,” kata Ismail.
Namun, lanjut Ismail, keadaan ekonomi keluarga bukan alasan untuk tidak bisa kuliah di luar negeri seperti orang-orang lainnya. Dengan modal nekad dan terus berusaha agar bisa kuliah, Ismail Dasing rela menjual sepeda motor barang dimiliknya.
“Alhamdulilah dengan keyakinan kuat, saya bisa berhasil meraih Sarjana dengan lulusan pertama mahasiswa Asing di IAIN Samarinda,” kata Ismail.
Ismail Dasing merasa senang dan bersyukur serta mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan semangat hingga mampu menyelesaikan kuliahnya di Indonesia tepatnya di IAIN Samarinda.
“Saya merasa senang karena telah menyelesaikan tugas wajib saya di Indonesia, khususnya di IAIN Samarinda dengan ilmu Hukum Ekonomi Syariah di Fakultas Syariah. Terima kasih pula saya sampaikan kepada semua pihak, civitas akademika, dan juga Dosen Pembimbing yang telah setia menemani saya tanpa hentinya dalam memberikan bimbingan selama skripsi,” kata Ismail.
Mahasiswa asal Negeri Gaja Putih ini mengaku cinta dengan Indonesia. Ia pun sudah fasih menggunakan Bahasa Indonesia. Tidak hanya itu, selama berada di IAIN Samarinda, Ismail Dasing juga dapat menguasai sejumlah bahasa daerah seperti; Jawa, Banjar, Bugis, dan bahasa Kutai.
“Saya senang budaya, bahasa dan keadaan di Indonesia, saya berencana untuk melanjutkan studi S2 di Indonesia,” harap Ismail. (Rel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here