Nagoya, Jepang – Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi melantik Sugimoto Hideo sebagai Konsul Kehormatan (Konhor) RI untuk Nagoya, Aichi, Jepang pada Jumat (21/01/2022). Acara kemudian diikuti dengan peresmian pembentukan “Aichi/Chubu – Indonesia Friendship and Goodwill Association”.
Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Prefektur Aichi Hedeaki Oomura dan Walikota Nagoya Takashi Kawamura serta para pimpinan perusahaan Jepang di Nagoya.
Dubes Heri dalam sambutannya menekankan nilai strategis Prefektur Aichi bagi Indonesia. “Kerja sama Indonesia dan Jepang perlu diarahkan untuk mencapai tujuan bersama, a shared future, khususnya dengan memanfaatkan momentum Presidensi Indonesia di G-20. Hingga kini ada sekitar 250 perusahaan asal Aichi yang telah berinvestasi di Indonesia. Selain itu ada juga lebih dari 6.500 WNI yang berdomisili di wilayah ini,” ujar Dubes Heri.
Melalui pembentukan “Aichi/Chubu – Indonesia Friendship and Goodwill Association”, Dubes Heri berharap dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki Indonesia untuk mendorong investasi Jepang di bidang manufaktur, otomotif, pendanaan infrastruktur, agro-industri, kesehatan, ketenagakerjaan, dan pendidikan.
Konsul Kehormatan RI Nagoya, Sugimoto Hideo, menyatakan komitmennya untuk bekerja optimal. “Saya siap bekerja sebaik mungkin sebagai Konsul Kehormatan RI di Nagoya dan mendorong Asosiasi Persahabatan Indonesia – Aichi/Chubu dan memperkuat hubungan Indonesia dan Jepang melalui jalur ekonomi, kebudayaan, dan kuliner,” ujar Sugimoto yang juga CEO Yakiniku Sakai Holding Company, perusaaan Jepang yang bergerak di bidang kuliner.
Dalam kesempatan sama, Gubernur Aichi Hedeaki Oomura berharap Konsul Kehormatan RI Nagoya dapat membantu mengoptimalkan peran Aichi Support Desk yang telah dibentuk sejak 2018.
Acara ini dimeriahkan dengan pergelaran kesenian Gamelan Bali yang dipersembahkan oleh mahasiswa Jepang dari Universitas Nagoya, serta kesenian tradisional Jepang, Buyo. Kegiatan resepsi ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, termasuk pembatasan tamu undangan.
(Sumber: KBRI Tokyo)