Camat Batuceper, Katrina Iswandari menyalami tokoh masyarakat yabg hadir di acara lebaran ketupat DKM Nururrohman, Senin (15/5)

TANGERANG – Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nururrohman, Robi mengungkapkan alasan kepengurusannya menggelar acara halal bi halal dengan kemasan lebaran ketupat. Menurut dia, baik halal bi halal maupun lebaran ketupat bukan istilah baru, tapi merupakan produk kebudayaan yang dicetus ulama besar.

“Lebaran ketupat atau lebaran kupat itu produk kebudayaan yang dicetus oleh KH. Raden Said atau yang kita kenal dengan Sunan Kalijaga yang hidup di pertengahan abad 15 Masehi,” katanya.

Sejak ratusan abad, kata Robi, para ulama menyiarkan ajaran agama dengan sangat luwes dan mudah diterima oleh masyarakat. Kupat, kata Robi, merupakan kependekan dari ngaku lepat atau mengakui kesalahan dan laku papat melakukan empat tingkah laku untuk menghapus dosa dari kesalahan tersebut. “Nah, empat tingkah laku ini yaitu lebaran, luberan, leburan, dan laburan,” kata Ketua PAC GP Ansor Batuceper tersebut.

Lebaran, lanjut Robi artinya
menandakan berakhirnya waktu puasa ramadhan, luberanĀ  ajakan bersedekah untuk kaum miskin, salah satunya mengelurkan zakat fitrah.

Adapun Leburan, maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain. Dan, Laburan berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

“Jadi secara filosopis sangat Islami dan dikemas dengan kegiatan yang menyenangkan,” katanya.

Serupa dengan lebaran ketupat, halal bi halal juga merupakan produk budaya karya ulama. Robi mengungkapkan, istilah halal bi halal dicetus oleh KH Wahab Chasbullah sebagai jawaban pertanyaan Presiden Soekarno yang ingin memanfaatkan momentum idul fitri untuk menyatukan para tokoh pemimpin di jaman awal-awal Indonesia merdeka. “Mencaci maki, mencela orang lain itu perbuatan haram, maka meminta maaf dan memaafkan itulah substansi dari halal bi halal,” tandasnya.

Ketua DKM Masjid Jamie Nururohman, Robi saat menyampaikan sambutan di acara lebaran ketupat, Senin (15/5)

DKM Nururrohman sukses menggelar acara lebaran ketupat di pelataran Masjid Jamie Nururrohman, Senin (15/5). Ketupat sayur dan berbagai aneka hidangan khas betawi seperti kue selendang mayang, precet, dan lainnya disajikan sebagai menu santapan ribuan jamaah yang hadir.

Camat Batuceper, Katrina Iswandari yang turut hadir di acara itu berharapĀ  kegiatan lebaran ketupat yang diselenggarakan DKM Masjid Jamie Nururrohman dapat mengungkit potensi lokal untuk menggerakan ekonomi masyarakat.
“Saya harap ini menjadi tradisi, kita ramaikan Masjid dan mushola kita dengan kegiatan positif. Menurut saya, ini sangat bagus untuk terus dipertahankan,” katanya.

Katrina juga berharap, kegiatan serupa bisa dicontoh oleh organisasi lain yang ada di wilayah Kecamatan Batuceper. (*)